Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Global Bergejolak: Ini Faktanya (Update 2025)

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Global Bergejolak: Ini Faktanya (Update 2025)
Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Global Bergejolak: Ini Faktanya (Update 2025)

Kata kunci utama: ekonomi Indonesia 2025, daya beli masyarakat, resesi global


Jakarta, Mei 2025 — Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang dan risiko resesi di berbagai negara, ekonomi Indonesia dinilai tetap tangguh dan stabil. Meski ada tantangan, pemerintah dan para ahli sepakat bahwa fundamental ekonomi nasional masih kokoh. Berikut rangkuman situasi terbarunya.

🌍 Perang Dagang Global & Risiko Resesi

Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan perang dagang dengan tarif tinggi kepada Kanada, Meksiko, China, Uni Eropa, hingga Korea Selatan (per 2 April).
➡️ Dampak global: Risiko resesi di banyak negara meningkat

NegaraRisiko Resesi (%)
Meksiko38%
Kanada35%
Amerika Serikat25%
Indonesia<5% (terendah)

"Indonesia punya pondasi ekonomi solid, diversifikasi mitra dagang, dan hilirisasi kuat. Ini jadi modal menjaga stabilitas dan daya saing," tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

📉 Daya Beli & Deflasi: Tantangan Nyata di Dalam Negeri

Meski resesi global relatif jauh, daya beli masyarakat Indonesia jadi sorotan akibat:

✅ Deflasi 0,09% (Feb 2025, pertama dalam 25 tahun)
Impor barang konsumsi anjlok
 – US$ 1,47 miliar (Feb 2025) → Turun 21,05% YoY

Apa artinya?
➡️ Permintaan rendah → Harga barang turun → Impor menurun

"Daya beli masyarakat melemah akibat PHK dan pendapatan riil turun," kata Bhima Yudhistira (Celios).
"Stok pangan & distribusi barang harus aman," tambah Esther Sri Astuti (Indef).

💡 Pemerintah: Situasi Masih Aman, Bukan Krisis

Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah deflasi terjadi karena krisis.

"Deflasi karena turunnya administered prices (tarif listrik, tiket pesawat, tol), bukan daya beli anjlok," jelas Sri Mulyani.

Fakta pertumbuhan industri 2024:

SektorPertumbuhan (%)
Tekstil & Produk Tekstil (TPT)+4,3%
Alas kaki+6,8%
Ekspor alas kaki (awal 2025)+17%

➡️ Industri padat karya tetap bertumbuh

🔍 Pandangan Ekonom: Masih Ada Kekhawatiran

Menurut survei LPEM FEB UI (2025):

Pendapat EkonomJumlah
Kondisi memburuk23 ahli (55%)
Stagnan11 ahli
Lebih baik1 ahli

➡️ Mayoritas ahli prediksi pertumbuhan ekonomi akan melambat, meski tak masuk resesi

📈 Optimisme Tetap Dijaga

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menegaskan fundamental ekonomi RI masih baik dengan kebijakan fiskal dan moneter terintegrasi.

"Kita targetkan pertumbuhan 8%. Jangan sampai tertinggal dari Vietnam (6-7%) dan Filipina," ujarnya.


Kesimpulan: Indonesia Masih Kuat, Tapi Tetap Waspada

✅ Risiko resesi rendah
✅ Fundamental industri solid
✅ Tantangan daya beli perlu diatasi

Strategi kunci ke depan:
📌 Jaga daya beli & lapangan kerja
📌 Pastikan stabilitas pangan & logistik
📌 Dorong ekspor & hilirisasi industri