Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Orang Kaya Indonesia Ramai-ramai Pindahkan Aset ke Luar Negeri, Ada Apa?

Orang Kaya Indonesia Ramai-ramai Pindahkan Aset ke Luar Negeri, Ada Apa?
Orang Kaya Indonesia Ramai-ramai Pindahkan Aset ke Luar Negeri, Ada Apa?

Kata kunci utama: orang kaya Indonesia, pemindahan aset, kekhawatiran ekonomi, USDT, emas, properti luar negeri


Kekhawatiran Ekonomi dan Politik Memicu Pelarian Aset

Gelombang kekhawatiran melanda kalangan orang kaya Indonesia. Mereka dilaporkan mulai memindahkan kekayaan bernilai ratusan juta dolar ke luar negeri. Alasannya? Meningkatnya kecemasan terkait disiplin fiskal, stabilitas ekonomi, dan arah kebijakan politik di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Mengutip Bloomberg, selain isu ekonomi, perhatian tajam juga tertuju pada perluasan peran TNI sejak Oktober 2024 — langkah yang dinilai sejumlah pengusaha meningkatkan ketidakpastian politik.


Aset Dialihkan ke Kripto, Emas, dan Properti Asing

Salah satu pelaku, sebut saja Chan (nama samaran), mantan eksekutif perusahaan besar di Indonesia, mengungkapkan:

"Saya telah meningkatkan pembelian USDT (Tether) dalam beberapa bulan terakhir. Ini memungkinkan saya menjaga nilai aset dan mengirimkannya ke luar negeri tanpa membawa fisik uang melintasi perbatasan."

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sejumlah manajer investasi, bankir swasta, dan penasihat keuangan membenarkan tren serupa.

Polanya:

  • Orang kaya: Melarikan aset ke emas, real estate luar negeri, dan kripto (USDT)

  • Orang menengah: Membeli emas batangan dalam negeri

Penjualan emas di Indonesia melonjak 30% dalam 3 bulan pertama 2025 dibandingkan periode sama 2024.


Ke Mana Aset Orang Kaya Indonesia Pergi?

AsetDestinasiModus
Kripto (USDT)Global (mudah ditransfer)Pembelian langsung di bursa kripto
Real estateDubai, Abu DhabiBeli properti atas nama keluarga/teman, dirikan perusahaan cangkang
Emas batanganLokal (Indonesia)Dibeli untuk lindung nilai (hedging)

Seorang bankir swasta menyebut, beberapa kliennya dengan kekayaan US$100-400 juta telah mengalihkan 1-10% aset mereka ke kripto.

Sementara firma lain melaporkan telah memindahkan US$50 juta klien asal Indonesia ke properti di Dubai dan Abu Dhabi. Beberapa klien bahkan memperoleh visa kerja Dubai, memungkinkan pendirian perusahaan cangkang untuk membeli real estate.


Faktor Pemicu Aksi Pelarian Aset

  1. Ketidakpastian Kebijakan Prabowo (perluasan peran TNI sejak Oktober 2024)

  2. Pelemahan Rupiah (Maret 2025)

  3. Kekhawatiran Stabilitas Ekonomi & Fiskal


Kesimpulan: Gelombang Kekhawatiran yang Harus Diwaspadai

Perpindahan aset besar-besaran ini menjadi sinyal peringatan bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Jika tren ini berlanjut, potensi capital flight (pelarian modal) bisa berdampak pada nilai tukar, likuiditas domestik, dan iklim investasi.

Pelaku usaha, pemerintah, dan investor wajib mencermati perkembangan ini dengan seksama.


Takeaway untuk Anda

  • Diversifikasi aset penting di tengah ketidakpastian

  • Pantau kebijakan fiskal, moneter, dan politik ke depan

  • Pahami risiko serta peluang investasi dalam & luar negeri