Header Ads Widget

Responsive Advertisement

IHSG Anjlok 6,58% — Terdalam di Asia, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 6,58% — Terdalam di Asia, Ini Penyebabnya
IHSG Anjlok 6,58% — Terdalam di Asia, Ini Penyebabnya

Kata kunci utama: IHSG anjlok Maret 2025, penyebab IHSG turun, capital outflow Indonesia


Jakarta, 18 Maret 2025Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok drastis sebesar 6,58% ke level 6.046 pada Selasa siang (18/3), menjadikannya bursa dengan pelemahan terdalam di Asia.

Per pukul 11:49 WIB, IHSG merosot 420,97 poin setelah sebelumnya sempat terkoreksi lebih dari 3,4%. Kondisi ini memicu penghentian sementara (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) guna meredam gejolak pasar.

📊 Kontras dengan Bursa Asia Lain

Indeks AsiaPergerakan (18/3/2025)
Nikkei 225 (Jepang)+1,44%
KLSE (Malaysia)+1,04%
STI (Singapura)+1,00%
Shanghai Composite (Tiongkok)+0,09%
IHSG (Indonesia)–6,58%

Mengapa IHSG Anjlok Tajam Hari Ini?

Menurut Oktavianus Audi, Head of Customer Literation & Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, kejatuhan IHSG merupakan anomali dibandingkan bursa regional lainnya.

“Koreksi IHSG ini mengindikasikan kekhawatiran serius investor terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia,” jelas Oktavianus.

🛑 5 Penyebab Tekanan Berat di IHSG

  1. Risiko Kredit Indonesia Naik
    Credit Default Swap (CDS) Indonesia melonjak ke 76 bps (27 Februari 2025), sinyal naiknya risiko gagal bayar.

  2. Pelemahan Rupiah
    Rupiah terdepresiasi 0,6% sejak Januari 2025.

  3. Spread Obligasi Melebar
    Selisih imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) vs US Treasury 10 tahun melebar jadi 255 bps, tanda premi risiko membesar.

  4. Penurunan Rating Saham Indonesia
    Morgan Stanley & Goldman Sachs memangkas rating saham Indonesia akibat kekhawatiran defisit anggaran.

  5. Capital Outflow Besar
    Investor asing lakukan net sell Rp26,9 triliun hingga 17 Maret 2025.

“Kalau koreksi tembus minus 5% atau lebih, BEI kemungkinan besar lakukan trading halt lagi,” tambah Oktavianus.

🌍 Faktor Eksternal Ikut Tekan IHSG

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar modal dan uang, menyoroti dua tekanan eksternal:

  1. Isu Perang Dagang AS–China (Trump Effect)
    Pasca kemenangan Donald Trump, kekhawatiran eskalasi tarif dagang kembali mencuat, terutama dengan Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko.

  2. Konflik Timur Tengah Memanas
    Serangan Israel ke Gaza yang menewaskan >120 orang memicu eskalasi konflik dengan Hamas. Dolar AS menguat, aset berisiko seperti saham ditekan.

“Rupiah bisa melemah ke Rp16.900/USD sebelum akhir tahun jika ketidakpastian berlanjut,” ujar Ibrahim.


📝 Kesimpulan: IHSG Masih Rawan Tekanan

Kombinasi faktor domestik (defisit APBN, rating turun, outflow asing) dan faktor global (perang dagang, konflik geopolitik) membuat IHSG rentan melemah dalam waktu dekat. Investor disarankan waspada terhadap volatilitas lanjutan.


🔍 Meta Description (SEO)

IHSG anjlok 6,58% ke level 6.046 — terparah di Asia. Simak penyebab utama kejatuhan IHSG Maret 2025 mulai dari defisit APBN, capital outflow, hingga dampak perang dagang AS-China.