IHSG Anjlok 6,58% Imbas Rating Turun & Defisit APBN, Dana Asing Kabur Rp26,9 Triliun |
Kata kunci utama: IHSG anjlok 2025, capital outflow Indonesia, penurunan rating Goldman Sachs
Jakarta, Maret 2025 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 6,58% ke level 6.046 pada Selasa (18/3). Koreksi tajam ini membuat perdagangan saham sempat dihentikan sementara (trading halt) guna meredam kepanikan pasar.
📉 Faktor Pemicu IHSG Anjlok
-
Goldman Sachs turunkan rating saham RI
Bank investasi global ini menurunkan rekomendasi saham Indonesia dari overweight ke market weight. Mereka juga memangkas outlook surat utang BUMN tenor 10–20 tahun jadi netral. -
Defisit APBN melebar
Hingga Februari 2025, defisit APBN tercatat Rp31,2 triliun (0,13% PDB). Goldman menaikkan proyeksi defisit Indonesia dari 2,5% menjadi 2,9% PDB. -
Capital outflow asing
Investor asing menarik dana Rp26,9 triliun dari pasar modal RI hingga 17 Maret 2025.
“Pemangkasan rating oleh Goldman Sachs yang khawatir defisit anggaran turut menyeret IHSG,” ujar Oktavianus Audi, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia.
🌏 Kontras dengan Bursa Asia
Indeks | Performa 18 Maret 2025 |
---|---|
IHSG (Indonesia) | –6,58% (terdalam di Asia) |
Nikkei 225 (Jepang) | +1,44% |
KLSE (Malaysia) | +1,04% |
STI (Singapura) | +1% |
💥 Faktor Eksternal Tekan IHSG
-
Perang dagang AS:
Kebijakan proteksionis Donald Trump pasca-kemenangan pilpres memicu ketegangan dagang global. -
Konflik Timur Tengah:
Serangan Israel ke Gaza memanaskan geopolitik, mendorong penguatan dolar AS dan ketidakpastian pasar. -
Ancaman pelemahan rupiah:
“Rupiah berisiko melemah ke Rp16.900 per dolar AS jika tensi global terus memanas,” ujar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka.
⚠️ Apa yang Harus Diwaspadai Investor?
-
Tekanan IHSG masih berlanjut dalam waktu dekat.
-
Investor disarankan hati-hati pada saham berisiko tinggi.
-
Pantau ketat perkembangan defisit APBN & arus dana asing.
📝 Kesimpulan
Pelemahan IHSG terbesar di Asia dipicu kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar menjadi kunci pemulihan jangka pendek