Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Dampak Perang Dagang AS-China ke Indonesia: Siap-Siap Kebanjiran Produk Murah?

Dampak Perang Dagang AS-China ke Indonesia: Siap-Siap Kebanjiran Produk Murah?
Dampak Perang Dagang AS-China ke Indonesia: Siap-Siap Kebanjiran Produk Murah?

Kata kunci utama: dampak perang dagang AS-China, impor produk China ke Indonesia, kebijakan anti-dumping Indonesia


Apa yang Terjadi? Perang Dagang Makin Panas

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, resmi menandatangani perintah kenaikan tarif impor untuk produk dari Kanada, Meksiko, dan — yang paling besar dampaknya — China. Langkah ini memanaskan tensi perang dagang global, dan meskipun Indonesia tidak terlibat langsung, imbasnya bisa terasa ke Tanah Air.


Ekonom: Indonesia Bisa Kebanjiran Produk China

Menurut Tauhid Ahmad, ekonom senior dari INDEF, ada risiko besar yang mengintai. Dengan ditolaknya produk-produk ekspor China di pasar negara maju seperti AS dan Meksiko, China akan mencari pasar baru di negara berkembang, dan Indonesia masuk dalam daftar teratas sasaran mereka.

“Bayangkan misalnya China punya 100 juta ton besi baja. Kalau di Amerika dan Meksiko ditolak, larinya ke kita dengan harga yang sangat murah,” jelas Tauhid dalam acara Outlook Ekonomi DPR.

Masuknya produk China dengan harga sangat kompetitif bisa membuat industri dalam negeri kesulitan bersaing. Mulai dari besi baja, tekstil, hingga produk elektronik, semuanya berpotensi membanjiri pasar lokal.


Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

Singkatnya?
Produk impor murah = ancaman serius buat produsen lokal.

Kalau Indonesia tidak siap, kita bisa melihat skenario di mana banyak pelaku industri dalam negeri tertekan karena kalah saing dari produk China yang dijual dengan harga super miring. Ini bisa berujung pada:

  • Lesunya industri lokal

  • Penurunan produksi dalam negeri

  • Potensi PHK di sektor-sektor terkait


Solusinya: Perkuat Kebijakan Anti-Dumping dan Awasi Impor Ilegal

Tauhid menegaskan, pemerintah Indonesia perlu bergerak cepat. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat kebijakan anti-dumping, yakni aturan untuk melindungi pasar dalam negeri dari produk impor yang dijual di bawah harga pasar.

“Apakah kita siap memperkuat kebijakan anti-dumping? Saya kira sisi itu yang perlu diperkuat, terutama dari sisi perdagangan,” tegas Tauhid.

Selain itu, Bea Cukai juga diminta lebih ketat dalam mengawasi impor ilegal yang seringkali menyusup melalui jalur-jalur tidak resmi.

“Baik produk legal maupun semi-legal ini sering masuk dalam arus jasa atau rantai nilai yang memengaruhi kehidupan sosial,” tambahnya.


Kesimpulan: Waspada dan Adaptif

Perang dagang AS-China bukan cuma soal dua negara adidaya. Efek domino-nya bisa menghantam negara berkembang seperti Indonesia. Agar tidak jadi korban limpahan produk murah, penguatan kebijakan perdagangan dan pengawasan impor mutlak dibutuhkan.


Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang paham dampak nyata perang dagang ke ekonomi Indonesia! 📈🇮🇩