Menperin Soroti Gelombang PHK dan Tutupnya Pabrik Elektronik di Bekasi |
Jakarta, 7 Mei 2025 — Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik elektronik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dua perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT Sanken Indonesia dan PT Yamaha Music Indonesia.
Agus menegaskan, pendalaman penyebab penutupan pabrik harus dilakukan terlebih dahulu. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang bisa memicu tutupnya perusahaan, mulai dari salah urus internal (mismanagement) hingga ketidakmampuan bersaing dengan produk impor.
“Kita melihat apakah dia tutup, kalau tutup kenapa. Mismanagement, over ekspansi, atau tidak bisa bersaing dengan produk lain. Sebut saja produk impor dari negara tertentu. Artinya memang secara competitiveness mereka menganggap bahwa mereka tidak dapat bersaing,” kata Agus di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan.
Pentingnya Identifikasi Akar Masalah
Agus menambahkan, jika persoalannya terkait daya saing dan insentif usaha, maka penyelesaiannya harus melibatkan berbagai kementerian lain, sebab sebagian besar kebijakan insentif dan non-tariff barrier bukan berada di bawah wewenang Kementerian Perindustrian.
“Problemnya harus dikejar. Karena saya sampaikan yang berhak memberikan insentif bukan kantor ini. Yang berkaitan dengan lartas (larangan dan pembatasan), non-tariff barrier, itu tidak ada di kantor ini. Tapi kalau ada PHK, yang disorot kami dan kantor sebelah,” jelasnya.
PHK Bukan Sekadar Statistik
Agus menegaskan, PHK harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia meminta agar isu PHK tak hanya dipandang sebagai angka statistik, melainkan sebagai masalah sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Satu PHK itu merupakan masalah. Satu orang di-PHK itu menjadi masalah. PHK itu tidak boleh dilihat hanya sebagai statistik. Kita harus mencoba merasakan bagaimana (kalau) yang di-PHK itu adik kita, kakak kita,” tegasnya.
PHK Massal di PT Yamaha Music Indonesia
Sebelumnya, Presiden Partai Buruh dan Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa pada akhir Desember 2024 hingga awal Januari 2025, PT Yamaha Music Indonesia yang memproduksi piano untuk ekspor di Cibitung, Bekasi, telah mem-PHK 400 orang.
Sementara pabrik Yamaha lainnya di Jakarta telah mem-PHK 700 orang, sehingga total buruh yang terdampak mencapai 1.100 orang pada awal tahun 2025.
🔍 Meta Description (SEO)
Menperin Agus Gumiwang soroti PHK massal dan tutupnya pabrik elektronik di Bekasi. Simak penyebab, respons pemerintah, dan data PHK Yamaha Music Indonesia.