Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Menko Airlangga Ogah Naik Transportasi Umum? Ini Alasannya (Dan Kapan Ia Siap Coba)

Menko Airlangga Ogah Naik Transportasi Umum? Ini Alasannya (Dan Kapan Ia Siap Coba)
Menko Airlangga Ogah Naik Transportasi Umum? Ini Alasannya (Dan Kapan Ia Siap Coba)

Kata kunci utama: Menko Airlangga transportasi umum, MRT Jakarta, pejabat naik kendaraan umum


Cerita Santai Menko Airlangga Soal Transportasi Umum

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan celotehannya soal naik transportasi umum. Saat ditantang untuk mencoba kendaraan publik, ia santai menjawab — dirinya baru mau naik MRT Jakarta kalau stasiunnya ada tepat di depan kantornya di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

“Soalnya MRT nggak ada berhenti di depan situ (Kantor Kemenko Perekonomian),” ujar Airlangga sambil tertawa dalam sebuah acara di kantornya, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, siap-siap saja, dirinya akan mempertimbangkan naik MRT setelah proyek MRT fase 2 rampung — proyek yang memang direncanakan memperluas jalur MRT hingga kawasan pusat kota.


Tantangan untuk Pejabat: Naik Kendaraan Umum

Ucapan Menko Airlangga ini muncul di tengah sorotan publik terhadap fasilitas pengawalan mobil para pejabat yang dinilai berlebihan. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pun ikut angkat suara dengan memberi tantangan kepada para pejabat negara: coba naik transportasi umum, minimal sekali seminggu.

“Kalau pejabat sesekali naik angkutan umum, mereka bisa lebih paham kondisi nyata masyarakat,” ujar Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI.

Tujuannya jelas — agar para pemangku kebijakan bisa merasakan langsung pengalaman masyarakat dalam menggunakan fasilitas umum, sekaligus mendorong budaya transportasi publik yang lebih kuat di Indonesia.


MRT Fase 2: Harapan Baru Akses Transportasi di Jakarta

Sebagai catatan, proyek MRT Jakarta fase 2 yang dimaksud Airlangga saat ini masih dalam tahap konstruksi. Jalur ini akan menghubungkan Bundaran HI hingga Ancol Barat, yang melewati beberapa titik strategis di pusat kota, termasuk kawasan Monas dan Harmoni — wilayah yang cukup dekat dengan kantor Airlangga.

Jika proyek ini selesai (ditargetkan bertahap mulai 2027), bukan tidak mungkin keinginan sang Menko untuk naik MRT langsung dari dekat kantornya bakal terwujud.


Kesimpulan: Kita Tunggu Aksi Nyata

Kelakar Menko Airlangga memang mengundang senyum, tapi pesan di baliknya serius: transportasi umum yang nyaman dan terjangkau adalah kebutuhan semua pihak — termasuk para pejabat. Dengan rampungnya MRT fase 2, semoga makin banyak pejabat yang tak segan untuk “blusukan” naik kendaraan umum dan ikut merasakan denyut kehidupan kota seperti warga lainnya.


Yuk, share artikel ini kalau kamu setuju pejabat juga perlu naik transportasi umum!