Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Perputaran Uang Lebaran 2025 Turun Rp20 Triliun — Ini 5 Penyebab Utamanya

Perputaran Uang Lebaran 2025 Turun Rp20 Triliun — Ini 5 Penyebab Utamanya
Perputaran Uang Lebaran 2025 Turun Rp20 Triliun — Ini 5 Penyebab Utamanya

Kata kunci utama: perputaran uang lebaran 2025, ekonomi Indonesia 2025, daya beli masyarakat


Jakarta, Mei 2025Perputaran uang saat Lebaran 2025 diproyeksi turun Rp20 triliun dibandingkan tahun lalu. Wakil Ketua Umum Kadin, Sarman Simanjorang memperkirakan uang beredar Rp137,97 triliun, lebih rendah dari Rp157,3 triliun pada Lebaran 2024.

"Ada beberapa faktor yang membuat perputaran uang menurun tahun ini," kata Sarman dalam keterangannya.

📉 5 Penyebab Uang Beredar Lebaran 2025 Lebih Rendah

NoFaktorPenjelasan Singkat
1️⃣Libur Nataru Dekat IdulfitriBanyak masyarakat sudah habiskan dana saat Natal & Tahun Baru, tak lagi mudik saat Lebaran
2️⃣Masyarakat BerhematPersiapan biaya tahun ajaran baru tekan konsumsi
3️⃣Kasus PHK MeningkatPengurangan pendapatan rumah tangga batasi belanja
4️⃣Daya Beli MelemahInflasi dan ketidakpastian ekonomi tekan konsumsi
5️⃣Cuaca Kurang MendukungCuaca ekstrem pengaruhi rencana mudik/pengeluaran

💬 Penjelasan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

“Tahun lalu ada Pilpres dan Pilkada, jadi perputaran uang lebih tinggi. Sekarang beda event,” ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian.

Ia menambahkan, stimulus pemerintah 2025 diberikan dalam bentuk diskon dan insentif, berbeda dari dorongan ekonomi besar akibat pesta demokrasi tahun lalu.


📍 Distribusi Perputaran Uang Lebaran 2025

WilayahPersentase Perputaran UangKeterangan
Pulau Jawa~60%Terutama Jateng, Jatim, Jabar, DIY, Banten, Jabodetabek
Luar Jawa~40%Sumatra, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua

✍️ Kesimpulan

Meski perputaran uang Lebaran 2025 diproyeksi lebih rendah, program stimulus pemerintah lewat insentif dan diskon diharapkan tetap menjaga konsumsi domestik.

“Pemerintah akan terus dorong program stimulasi agar roda ekonomi tetap bergerak,” tegas Airlangga.