Setoran Pajak Awal 2025 Turun 30,19% — Ini Penyebab dan Prospeknya |
Kata kunci utama: setoran pajak turun 2025, penyebab penerimaan pajak anjlok, penerimaan pajak Indonesia 2025
Jakarta, 7 Mei 2025 — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak Indonesia di awal tahun 2025 mengalami penurunan signifikan. Hingga Februari 2025, total setoran pajak baru mencapai Rp 187,8 triliun, atau 8,6% dari target tahunan sebesar Rp 2.189,3 triliun.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Februari 2024), angka ini turun 30,19% dari realisasi Rp 269,02 triliun.
“Penerimaan pajak Rp187,8 triliun atau 8,6% dari target,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTA, Maret 2025.
📉 Penerimaan Pajak Januari 2025 Juga Tertekan
Pada Januari 2025, penerimaan pajak hanya terkumpul Rp 88,89 triliun, turun 41,86% dibanding Januari 2024 (Rp 152,89 triliun).
Data ini sempat tercantum dalam dokumen APBN KiTA edisi Februari 2025, yang kemudian dihapus dari situs resmi Kemenkeu.
❓ Apa Penyebab Setoran Pajak Turun Tajam?
Menurut Wamenkeu Anggito Abimanyu, ada dua faktor utama penurunan penerimaan pajak:
1️⃣ Penurunan Harga Komoditas Ekspor
Komoditas | Penurunan Harga (YoY) |
---|---|
Batu bara | –11,8% |
Minyak Brent | –5,2% |
Nikel | –5,9% |
“Faktor pertama adalah penurunan harga komoditas utama ekspor Indonesia,” jelas Anggito.
2️⃣ Faktor Administrasi (Relaksasi Pajak)
-
Implementasi Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk PPh 21
-
Relaksasi pembayaran PPN dalam negeri → pembayaran diperpanjang hingga 10 Maret 2025
“Ini dampak relaksasi yang membuat setoran yang mestinya masuk Februari bergeser ke Maret,” tambahnya.
🔍 Apakah Ini Situasi Normal?
Menurut Anggito, pola ini bukan anomali. Dalam empat tahun terakhir, penerimaan pajak cenderung rendah di awal tahun dan melonjak di Desember.
“Tren tahunan selalu seperti ini. Januari–Februari rendah, Desember naik tajam karena efek akhir tahun (Nataru),” ujarnya.
📈 Bagaimana Prospek Penerimaan Pajak 2025?
Wamenkeu optimis penerimaan pajak akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini didukung indikator ekonomi yang mulai membaik:
-
Purchasing Managers Index (PMI) membaik di Februari
-
Konsumsi listrik industri & bisnis meningkat
“Kami berharap penerimaan, khususnya dari PPh 25, akan membaik seiring meningkatnya aktivitas ekonomi,” jelas Anggito.
📝 Kesimpulan: Penerimaan Pajak Diproyeksi Membaik
Meskipun awal 2025 mencatatkan penurunan penerimaan pajak, kondisi ini masih dalam pola musiman yang normal. Dengan membaiknya indikator ekonomi, setoran pajak diproyeksikan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
🔍 Meta Description (SEO)
Setoran pajak awal 2025 turun 30,19% jadi Rp187,8 triliun. Simak penyebab penurunan penerimaan pajak Indonesia 2025 dan proyeksi perbaikannya.