Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Melambat, Ini Strategi Pemerintah Dongkrak Target 2025 |
Kata kunci utama: pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024, stimulus ekonomi 2025, konsumsi rumah tangga
Ekonomi RI Tumbuh 5,03% di 2024, Tapi Masih Loyo
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024 tercatat hanya 5,03%, sedikit melambat dibandingkan 5,05% di 2023. Data ini dirilis langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers terbaru.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti merinci, secara year-on-year (yoy) kuartal IV-2024 tumbuh 5,02%, dan jika dibandingkan kuartal III-2024 hanya naik 0,53%.
“Secara akumulatif, ekonomi Indonesia pada 2024 tumbuh sebesar 5,03%,” jelas Amalia.
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama perekonomian RI:
-
Kontribusi: 54,04% dari PDB
-
Pertumbuhan: 4,94% (lebih baik dari 4,82% di 2023)
Sektor konsumsi yang tumbuh paling tinggi:
-
Transportasi & Komunikasi: +6,56%
-
Restoran & Hotel: +6,53%
“Mobilitas masyarakat meningkat, terlihat dari naiknya jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara. Sektor wisata juga ikut menggeliat, terutama saat libur sekolah dan hari besar nasional,” tambah Amalia.
Target 2025: Pemerintah Siapkan Berbagai Stimulus
Menyikapi pertumbuhan ekonomi yang melambat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah sudah menyiapkan berbagai stimulus untuk mengejar target pertumbuhan 5,2% di 2025.
Stimulus tersebut merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo dan mencakup berbagai insentif menarik:
Program Stimulus Awal 2025
-
Diskon tiket pesawat & tarif tol
-
Stabilisasi harga pangan
-
Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2025
-
Gerakan belanja di dalam negeri (Belanja di Indonesia Saja)
“Program Ramadan-Idul Fitri 2025 ini antara lain diskon tiket pesawat, pelaksanaan Harbolnas, diskon tarif tol, dan stabilisasi harga pangan,” papar Airlangga.
Stimulus Tambahan yang Sudah Berjalan
-
Bantuan pangan beras
-
Diskon tarif listrik 50% (Januari–Februari)
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
-
PPN Ditanggung Pemerintah untuk pembelian properti dan kendaraan listrik (EV & hybrid)
-
PPh DTP untuk sektor padat karya (gaji ≤ Rp10 juta/bulan)
Dibanding ASEAN, Indonesia Masih Lebih Unggul
Meski pertumbuhan 2024 sedikit melambat, Airlangga menekankan bahwa ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN:
-
Indonesia: 5,02%
-
Singapura: 4,3%
-
Malaysia: 4,8%
-
Arab Saudi (sebagai perbandingan): 4,4%
“Indonesia masih mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding peer country di ASEAN,” kata Airlangga optimis.
Kesimpulan: Tantangan Ada, Tapi Peluang Terbuka Lebar
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 memang sedikit melambat, tapi fondasi konsumsi rumah tangga yang kuat dan deretan stimulus yang sudah disiapkan pemerintah menjadi modal penting untuk mengejar target 2025.
Kalau stimulus berjalan optimal dan sektor riil ikut bergerak aktif, target pertumbuhan 5,2% bukan mimpi di siang bolong.
Optimis dengan target ekonomi Indonesia 2025? Share artikel ini untuk dukung semangat ekonomi RI bangkit! 🇮🇩🚀