Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Blok Migas Central Andaman Jadi Kontrak Pertama Skema New Gross Split


Pemerintah resmi menandatangani kontrak wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) Central Andaman, menjadikannya blok migas pertama di Indonesia yang menggunakan skema New Gross Split. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala SKK Migas bersama konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS): Harbour Energy Central Andaman Ltd dan Mubadala Energy (Central Andaman) Rsc Ltd.

Harbour Energy merupakan perusahaan migas asal Inggris, sementara Mubadala Energy berasal dari Uni Emirat Arab (UEA).

Tonggak Baru Investasi Migas Indonesia

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Dadan Kusdiana, menyebut kontrak ini sebagai tonggak sejarah baru di sektor migas nasional. Kontrak ini menjadi yang pertama sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

“Ini milestone baru karena Blok Central Andaman adalah kontrak pertama dengan skema New Gross Split. Bukti bahwa regulasi yang disiapkan Kementerian ESDM implementatif,” ujar Dadan di Jakarta.

Detail Kontrak dan Komitmen Investasi

WK Central Andaman akan dioperatori oleh Harbour Energy Central Andaman Ltd. Konsorsium KKKS telah:

  • Membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 300.000

  • Menyerahkan jaminan pelaksanaan sebesar US$ 1.500.000

Keunggulan Skema New Gross Split

Penyederhanaan kontrak bagi hasil melalui skema New Gross Split (New GS) menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan daya tarik investasi migas.

Fitur utama New GS:

  • Komponen split dipangkas dari 13 menjadi hanya 5 komponen

  • Besaran split yang lebih menarik, yakni 75–95%

  • Mengurangi ketidakpastian karena kontraktor tidak perlu lagi sering mengajukan tambahan split ke pemerintah

“Dengan New GS, kontraktor bisa memperoleh split lebih tinggi tanpa harus sering mengajukan tambahan split. Ini meningkatkan kepastian dan daya tarik investasi,” jelas Ariana Soemanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas.

Optimisme Pengembangan Hulu Migas

Pemerintah optimistis penerapan skema New GS akan membuat sektor hulu migas Indonesia semakin kompetitif dan diminati investor global. Blok Central Andaman menjadi bukti konkret penerapan regulasi baru yang lebih ramah investasi.