Header Ads Widget

Responsive Advertisement

50 Perusahaan AS Siap Tambah Investasi di Indonesia, ExxonMobil Gelontorkan US$15 Miliar


Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa sebanyak 50 pimpinan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia. Komitmen ini disampaikan usai pertemuan mereka dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

“Mereka menyatakan akan berinvestasi lebih di Indonesia karena yakin pada komitmen pemerintahan Pak Prabowo dalam mengembangkan iklim investasi,” ujar Rosan di Jakarta, Selasa.

Komitmen Prabowo Jaga Iklim Investasi

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga kepastian hukum dan memberantas korupsi guna menciptakan lingkungan investasi yang aman. Ia juga memastikan perlindungan bagi investor yang sudah beroperasi di Indonesia.

“Harapannya, saat mereka berinvestasi, mereka juga membangun kapasitas sumber daya manusia Indonesia dan ada transfer teknologi,” kata Rosan.

11 Pertanyaan Pengusaha AS dan Respons Prabowo

Rosan mengungkapkan bahwa dalam diskusi tersebut, para pengusaha AS mengajukan 11 pertanyaan terkait prospek dan komitmen pemerintah terhadap investasi. Prabowo menjawab secara terbuka dan menyampaikan visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Mereka sangat antusias karena sebagian besar sudah berinvestasi di Indonesia, dan ada yang akan masuk di sektor mineral, oil, dan gas,” jelas Rosan.

ExxonMobil Siapkan Investasi Besar di Carbon Capture

Salah satu rencana investasi besar datang dari ExxonMobil, yang akan mengembangkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk menurunkan emisi karbon dan akan melibatkan investasi senilai US$15 miliar.

“Itu juga disampaikan langsung oleh president director ExxonMobil,” tambah Rosan.

Dengan komitmen baru ini, pemerintah optimistis kehadiran investasi AS akan memperkuat perekonomian nasional, sekaligus mendorong pengembangan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia